3-4 Desember 2019

Peserta Diklat Jurnalistik Dasar LPM Aspiratif

KEMAHASISWAAN. Pembaiatan yang diadakan di tengah Lapangan Bumdes Brani Wetan, Kec. Maron, Kab. Probolinggo merupakan puncak akhir dari serentetan kegiatan Diklat Jurnalistik Dasar (DJD) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Aspiratif Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan  Genggong periode 2019. Setelah itu mereka resmi menjadi anggota.

Di pagi hari menjelang siang, (03/12/2019) panas tak menjadi penghalang bagi peserta untuk mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik Dasar selama tiga hari ke depan. Peserta berjumlah dua puluh lima orang yang terdiri dari berbagai perwakilan Program Studi di lingkungan INZAH. Mereka berpakaian bebas namun mengenakan almamater berwarna biru sebagai simbol kampus. Sebuah mobil Espass berukuran sedang menuju keluar dari gerbang bercat hitam kampus INZAH dan siap meluncur ke lokasi Diklat.

Sesampai di lokasi, para peserta berjejer, duduk rapi dalam ruangan, antusias dan siap mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh panitia. Sementara panitia dengan pakaian hitam-putih telah menyiapkan terselenggaranya kegiatan tersebut jauh hari sebeleumnya. Meski wajah panitia terlihat lelah dan menahan rasa kantuk dalam menyiapkan keperluan kegiatan, panitia tetap bertahan dan menikmati kegiatan. Lebih lagi para tamu undangan silih berganti datang selama tiga hari yang merupakan perwakilan dari organisasi Intra maupun Ekstra Kampus.

Terik matahari yang panas semakin terasa menyusup ke dalam ruangan. Wajah lelah para peserta semakin keliahatan, tapi panitia sudah merencanakan semua jadwal kegiatan dengan apik. Kusam wajah peserta tak mengurangi antusias mereka menanyakan beberapa materi kepada narasumber. Sedang panitia menjadi layaknya superhero yang bisa menjadi apa saja. Mulai dari mengawal acara, menyiapkan kebutuhan peserta, menjaga kondisi perut peserta. Mereka layaknya pahlawan tanpa jasa yang berjuang selama tiga hari.

Di ujung embun pagi, Kamis (05/12/2019) sebelum mentari menjulurkan tubuhnya ke dunia. Para peserta dibangunkan dari istirahatnya, bak tunanetra yang dituntun ke tengah lapangan, mata ditutupi dengan kain hitam seolah-olah akan ada kejutan yang akan peserta dapatkan. Di tengah lapangan, Ali Sofyan selaku Ketua SC DJD, dengan gagah dan wibawanya memberikan orasi. “Saya mengharapkan setinggi-tingginya kepada anggota baru, untuk selalu berkomitmen, loyal terhadap organisasi. Aktif dalam kegiatan mahasiswa. Siap bercurah pikiran dan tenaga”, ucap perancang tema DJD “Menulis, Untuk Apa?” Itu dengan tegas.

Bersama panitia lainnya, SC bergegas menghidupkan tumpukan kayu ditemani dengan hawa dingin yang menerpa tubuh, “Bismillahirrahmanirrahim” bersamaan dengan kalimat itu api berkobar, lagu-lagu kemahasiswaan nyaring terdenger menemani peserta dan panitia, hingga fajar di ufuk timur bersembunyi malu-malu menyulukan wajahnya.

Siang menuju sore waktu itu, peserta sekaligus panitia yang sudah menampakkan wajah kusam dan letihnya selama tiga hari mengemas barang-barang. Sore itu merupakan berakhirnya kegiatan Diklat Jurnalistik ini. Bersamaan dengan rintik-rintik gerimis hujan, Pimpinan Umum LPM Aspiratif, mengutarakan harapannya sekaligus menutup acara DJD. “saya mengharapkan kekompakan dan kesolidan dalam berorganisasi di Lembaga literasi ini. Selamat berproses para anggota baru. Salam literasi!.”, tutur Umi Azizah. (zil/haqiy)

“MENULIS UNTUK APA?”, LPM ASPIRATIF ADAKAN DIKLAT

Navigasi pos