• Beranda

Kategori: Berita


Kraksaan – Sejumlah 30 Mahasiswa dan 10 Dosen Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengikuti Training Of Trainer (TOT) dengan tema Fasilitator Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Desa. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari mulai Rabu s/d Kamis (5-6/12/2018). Training Of Trainer (TOT) ini dilaksanakan di Aula KH. Hasan Saifouridzall yang bertempat di Kampus Inzah Genggong. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo (DISPERSIP). Puluhan peserta dan dosen ini merupakan perwakilan dari setiap Fakultas. Yakni, Fakultas FEBI (Ekonomi dan Bisnis Islam), Tarbiyah, dan Syari’ah. Acara ini digelar oleh lembaga penerbitan penelitian dan pengabdian masyarakat (LP3M) yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPERSIP) Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya sekedar kegiatan ceremonial, para peserta akan dikirim kurang lebih ke-15 Desa, setiap desa terdapat 2 mahasiswa dan 1 dosen sebagai pembimbing. “Tujuan Training of Trainer (TOT) ini untuk mempersiapkan tenaga-tenaga fasilitator yang akan dikirim ke desa binaan atau yang terjaring ke dalam program revitalisasi pengembangan perpustakaan desa yang actionnya masih 2019 nanti. Jadi sekarang hanya persiapan calon fasilitator yang di training terlebih dahulu”, tutur ketua penyelenggara.

Penulis : Mia

Editor : Lina

Fotographer : Pradipta BAPSI



28/10/2018 INZAH- Seusai kegiatan sumpah pemuda, terlihat ibu kemahasiswaan atau yang biasa disapa dengan ibu endah mondar mandir di depan pintu resepsionis, agaknya beliau beranjak melangkah bersiap ingin pulang.
Melihat hal itu crew aspiratif mencoba menemui sekaligus mewawancarai terlibat proses kegiatan upacara sumpah pemuda dan lounching gambus institut ilmu keislaman zainul hasan genggong.

Lanjutkan Membaca


Minggu, 28 Oktober 2018 Disporaparbud kabupaten Probolinggo mengadakan Apel Akbar memperingatan hari sumpah pemuda di Lautan Pasir Kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru tepat pukul 09:10 WIB apel Akbar dimulai.
Apel Akbar ini di laksanakan untuk memperingati hari sumpah pemuda yang ke 90 dan hari jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 73 yang tepat nya pada tgl 12 Oktober kemarin. Dalam sambutannya Bupati Probolinggo yang hal ini di wakilkan oleh sekretaris daerah Bapak Suparwiono,SH MH. Bupati mengharapkan generasi bangsa yakni pemuda yang berakhlak mulia, cerdas, aktif, kreatif, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Lanjutkan Membaca

 


27-10-2018 INZAH HIPMI kepenjangan dari himpunan pengusaha  muda indonesia  salah satu organisasi yang berkembang di probolinggo untuk mewadahi bagi mereka yang ingin mempunyai bisnis diusia muda dan saat ini acara tersebut berada di INZAH yang bertepatan di aula kh Saifurrizal. Dalam acara ini terdapat banyak yang mengapresiasi baik dari kalangan dosen dan mahasiswa dengan tema yang berjudul “dalam upaya mencetak mahasiswa yang mandiri dan unggul dalam prestasi”. khususnya PRODI PIAUD dan FEBI dalam penuturanya mbak Ira selaku mahasiswa dari PRODI PIAUD mengungkapkan “baik terhadap acara ini dan bekal menuju masa depan, tuk menjadi pengusaha muda”.

Lanjutkan Membaca


 

22/10/2018, INZAH- Upacara Bendera dilakukan untuk Memperingati Hari Santri Nasional.  Acara ini bertempat di lapangan kampus INZAH pada jam 14.30, yang mana acara ini sebelumnya dimeriahkan oleh Launching Band INZAH pada Jam 12.30 Wib.  Upacara ini dipimpin oleh salah satu Mahasiswa INZAH,  atas nama Muhammad Zainuddin Romli Semester 3 Prodi PBA.  Dan Rektor INZAH itu sendiri  yang menjadi Pembina Upacara bendera dalam acara tersebut.
Hari Santri Nasional,  22 Oktober 2018 ini kembali diperingati di Kampus INZAH dengan mengambil tema “Bersama Santri Damailah Negeri”,  yang awal mulanya Hari Santri ini di tetapkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada tanggal 22 oktober 2015.  Menilik catatan sejarah, ternyata tanggal tersebut memiliki kaitan langsung dengan peristiwa berdarah ketika Bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Peristiwa tersebut diberi nama deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.
Sebelum pelaksanaan prosesi upacara, terlebih dahulu diisi oleh acara Launching Band INZAH. Dalam pernyataan ketua panitia (Ismatul Izza, M.Pd.I) menyatakan bahwa acara tersebut dibuat untuk memperingati Hari Santri Nasional dan untuk menggali potensi mahasiswa INZAH yang dominan terhadap musik. Kemeriahan upacara bendera Hari Santri sangat berbeda dengan sebelumnya, hal ini dilihat dari antusias Mahasiswa yang begitu semangat dan memang sebelumnya para mahasiswa telah menyaksikan penampilan dari Band Young Peace ini.
“Saya  ingin menyampaikan bahwasanya kita sebagai mahasiswa memiliki nilai-nilai santri yang tidak bisa lepas, maka saya sampaikan bahwasanya mahasiswa INZAH identitasnya adalah santri walaupun tidak mondok tetapi kesantrian harus melekat dengan satlogi santri dan 9 budi utama santri sehingga santri berakhlak dan cerdas secara intelektual  ” menurut Warek 3.

Dalam Sambutannya Rektor INZAH,  selaku pembina upacara pada Hari Santri Nasional ini,  beliau menuturkan “Kami sangat mengharap kepada mahasiswa untuk bisa menjadi mahasiswa yang berjiwa santri,  sesuai dengan Tokoh Pendiri NU kita,  yaitu KH. Hasyim Asy’ari, dan bisa mencontoh keteladan pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong,  yaitu Al ‘Arif Billah KH. Muhammad Hasan seppuh Genggong. ” Ujarnya Dengan penuh semangat.

Penulis : Siti Nurhaliza
Editor : Faridatus Sholeha