Kuliah Daring di Masa Pandemi

                Social distancing yang sedang dihimbau pemerintah akibat dari mewabahnya Covid-19 atau Virus Corona membuat kegiatan operasional publik diliburkan sementara. Baik kegiatan perkantoran, dunia usaha, sekolah hingga kegiatan kampus diliburkan selama beberapa pekan terakhir. Istilah Work from Home (WFH) dikenakan untuk instansi dan lembaga publik yang memungkinkan untuk mengalihkan beberapa pekerjaan ke rumah sementara. Begitu juga dengan kegiatan pembelajaran di dunia pendidikan diistilahkan dengan Belajar di Rumah (BDR).

Artinya siswa/mahasiswa dan guru/dosen melakukan interaksi kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan sarana teknologi daring di rumah masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan mengurangi kegiatan perkumpulan atau kerumunan publik.

Kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan juga telah memberikan surat edaran untuk para mahasiswa belajar di rumah yang dimulai pada tanggal 17-03-2020 Sampai dengan waktu yg masih dimusyawarahkan kembali. Hal ini menindaklanjuti himbauan pemerintah/Kemendikbud. Sebagaimana pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang menghimbau pelaksanaan BDR dengan media daring, “Dampak penyebaran COVID-19 akan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kami siap mendukung kebijakan (liburkan sekolah) yang diambil Pemda. Keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan itu yang utama,” jelas Nadiem, Minggu (15/3). Beliau menyatakan, “Kemendikbud siap dengan semua skenario, termasuk penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring (dalam jaringan) untuk para siswa,” imbuhnya.

                Pembelajaran model BDR maupun belajar dengan tatap muka di sekolah memiliki tujuan yang sama, yaitu transformasi pengetahuan kepada para peserta didik. Seperti pada umumnya, kualitas pembelajaran ada pada kemampuan pengajar dalam mengarahkan KBM dan juga pada antusiasme para peserta didik. Sedangkan perbedaan dalam kegiatan BDR adalah media/sarana pendukung yang digunakan. Kelancaran interaksi dalam kuliah daring tersebut bergantung pada kesesuaian, kemudahan, dan fleksibilitas media yang digunakan.

                Kebijakan lockdown perkuliahan secara fisik yang temporer dihimbau untuk memaksimalkan penggunaan teknologi virtual dan digital. Era Revolusi Industri 4.0 sangat memungkinkan para sivitas akademika untuk melaksanakan kuliah daring dengan memaksimalkan fungsi komunikasi, transfer informasi, dan pengetahuan. “Dunia bisa saja mewabah dan terimpit oleh pertumbuhan yang melambat, tapi dunia pendidikan harus terus berlari demi melanjutkan peradaban”, tulis Syamsir Alam, Divisi Pengembangan Kurikulum dan Penilaian Yayasan Sukma.

                Aplikasi yang dapat memfasilitasi dan mendukung KBM telah banyak tersedia, seperti aplikasi Edmodo, Quizziz, Zoom, via Grup WA, Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, Zenius dan lain-lain. Kemendikbud juga telah mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan Android Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. Dengan itu, para guru/dosen dapat mengadakan pembelajaran dengan mudah melalui aplikasi-aplikasi tersebut.

                Pelaksanaan kuliah daring perlu kesiapan dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Pengelolaan kelas daring perlu keterampilan guru agar proses pembelajaran tetap interaktif dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan dari perkuliahan tersebut. Kemampuan pengelolaan sarana-sarana daring penting dipahami oleh dosen maupun mahasiswa, sehingga perkuliahan dapat berjalan dengan baik.

                Sayangnya, pelaksanaan kuliah daring atau BDR tersebut juga mengalami beberapa kendala. Pertama, belum semua dosen siap menjalankan pembelajaran daring dengan proses perkuliahan yang tetap efektif. Sebab media daring tidak dapat meng-cover sepenuhnya proses perkuliahan tatap muka, misalnya aktivitas belajar mahasiswa berupa praktik atau penjelasan langsung. Kedua, kendala berupa signal/akses jaringan internet yang terbatas untuk wilayah pedalaman yang kurang menjangkau membuat aktivitas perkuliahan juga terhambat. Ketiga, ketersediaan kuota internet untuk setiap perkuliahan juga membutuhkan porsi yang lebih banyak, terlebih jika menggunakan aplikasi tertentu dengan beberapa kali perkuliahan. Keempat, ada beberapa mahasiswa yang tinggal di asrama luar kampus yang terkendala peraturan yang membatasi penggunaan handphone, sehingga mereka kurang dapat mengikuti perkuliahan daring sepenuhnya.

Namun, dari semua hambatan kuliah daring sebagaimana di atas, yang didapat dari survey lapangan, ada beberapa manfaat yang dirasakan dosen maupun mahasiswa. Pertama, kegiatan perkuliahan dapat dilaksanakan secara fleksibel dimanapun dan kapanpun. Tidak terbatas ruang dan waktu. Kedua, beberapa mahasiswa yang sering tidak aktif dalam kuliah tatap muka menjadi lebih aktif dalam interaksi daring. Hal ini membuat dosen mampu melihat kemampuan mahasiswa tersebut, seperti daya nalar dan analisisnya yang kurang nampak dalam kuliah tatap muka. Ketiga, dosen maupun para mahasiswa menjadi lebih mampu dalam memaksimalkan penggunaan teknologi daring, baik virtual maupun digital.  

                Berdasarkan paparan data survey terkait dampak positif maupun kendala yang dihadapi dari perkuliahan daring, pada kesimpulannya perlu adanya sinergi atau kerjasama yang baik antara dosen dan mahasiswa, serta manajemen kampus. Semua pihak yang saling bekerjasama untuk melaksanakan proses perkuliahan, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan itu, kendala yang menghambat perkuliahan daring dapat diminimalkan dan manfaat atas perkuliahan daring dapat dimaksimalkan, sehingga kualitas pembelajaran tetap baik, tidak tereduksi, bahkan lebih ditingkatkan. (wq-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Alamat

    Jl. P.B, Sudirman, No. 360, Kraksaan, Probolinggo, 67282. Telp/Fax: 0335-842178
  • Telepon

    0335-842178
  • Fax

    0335-842178
  • Email

    sekretariat@inzah.ac.id

Download