Bedah buku menjerat Gus Dur

Kamis, 27 Februari 2020 – Satu per satu kumpulan mahasiswa memasuki ruang Aula KH. Hasan Saiforridzal dengan bersemangat, utamanya para anggota ormawa Inzah yang memiliki semangat aktivis. Acara yang diselenggarakan oleh DEMAFA Syariah Inzah ini telah ramai diperbincangkan para mahasiswa sejak poster terpasang di mading kampus.

Selain semangat menghidupkan gerakan literasi kampus, tema yang diusung pun begitu istimewa. Tak heran jika acara bedah buku kali ini menjadi agenda yang ditunggu oleh banyak mahasiswa. Tokoh yang diangkat dalam buku tersebut menjadi sumber perhatian sekaligus takdzim para mahasiswa terhadap perjuangan dan jasa beliau, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau adalah salah satu mantan Presiden Republik Indonesia, sekaligus cucu dari Sang Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari. Tentu hal ini menjadi first attention bagi kalangan mahasiswa kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong yang bertonggak kokoh di bawah panji Nahdlatul Ulama’.

Buku yang berjudul “Menjerat Gus Dur” ini tentu membuat orang yang mendengar pertama kali mampu mengernyitkan kening.  Kalimatnya terdengar ganjil dan tidak sopan untuk disandingkan dengan salah satu ulama besar Indonesia tersebut. Buku karangan Virdika Rizky Utama tersebut cukup fenomenal dan berani. Terbukti dari banyak kalangan aktivis kampus yang telah mengundangnya untuk membedah buku tersebut. Bahkan disertai oleh tokoh pembanding dari kampus masing-masing, seperti para ulama/kyai, dosen, hingga para pakar politik. Dari itu, dapat diketahui betapa vitalnya isi buku sejarah yang mengangkat perjalanan politik dan kepemimpinan Gus Dur pada zamannya.

Agar tak salah penafsiran pada isi buku tersebut, baiknya membaca atau mendengar langsung penjelasan si pengarang menjadi tujuan dari acara bedah buku ini. Acara bedah buku tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Muhammad Hifdhil Islam, M.Pd. yang mendukung dan mengapresiasi acara literasi tersebut. Beliau menyampaikan bahwa “Acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi mahasiswa agar mampu memahami sejarah dengan baik”. Dari itu diharapakan mahasiswa mampu membuat tulisan yang baik dengan berdasar atas data yang valid. Selain itu, acara ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa, baik literasi baca maupun tulis.

Buku “Mejerat Gus Dur” menceritakan perjalanan politik seorang Gus Dur hingga beliau dilengserkan dalam kepemimpinannya. Hal yang menarik dari buku tersebut adalah pemaparan data riil yang cukup dapat dikatakan valid. Bagian penting dan menarik dalam buku tersebut adalah dilampirkannya dokumen rahasia yang ditulis oleh Fuad Bawazir. Dokumen tersebut berupa surat laporan tentang rencana-rencana yang sudah dilakukan untuk menjatuhkan Gus Dur. Dokumen tersebut ditemukan Virdika dengan tidak sengaja bercap confidential di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Golkar di Jakarta Barat. Dengan itu, ia mewawancarai sejumlah tokoh yang namanya disinggung dalam dokumen tersebut. Ada Amien Rais, Fuad Bawazier, dan Akbar Tandjung merupakan sedikit dari tokoh yang diwawancarainya.

Surat pertama yang Virdika temukan bertanggal 29 Januari 2001. Setelah dibaca, dokumen itu ternyata berisi skenario elite politik Himpunan Mahasiswa Indonesia dalam melengserkan Gus Dur di tahun 2001. Virdika sempat menawarkan naskah buku tersebut ke beberapa pernerbit. Namun, tidak ada yang berani menerbitkan, hingga naskah buku ini diterima dengan baik oleh penerbit NU Media Digital. Tentu penerbit ini masih berafiliasi dengan NU. Pada cetakan pertama, buku ini laris dibeli oleh sebagian besar orang NU sendiri yang merasa perlu mengetahui hal yang terjadi pada sejarah kepemimpinan Gus Dur.

Dari proses penulisan buku tersebut hingga isinya dibaca khalayak, kemudian dipertanggungjawabkan penulis dalam banyak acara bedah buku menjadi contoh bagi para mahasiswa. Disamping memahami jalan sejarah dengan sumber data yang akurat, acara ini dapat mendorong daya literasi mahasiswa untuk membaca dan menulis. Dengan daya literasi yang baik, mahasiswa dapat meluaskan wawasan, meningkatkan daya nalar, hingga mengembangkan kemampuan untuk menciptakan tulisan yang baik dan layak dipublikasikan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Alamat

    Jl. P.B, Sudirman, No. 360, Kraksaan, Probolinggo, 67282. Telp/Fax: 0335-842178
  • Telepon

    0335-842178
  • Fax

    0335-842178
  • Email

    sekretariat@inzah.ac.id

Download