• Beranda
  • Workshop Pengembangan Profesi Guru

Workshop Pengembangan Profesi Guru

Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag selaku ketua biro pendidikan Zainul Hasan Genggong menyelenggarakan kegiatan workshop Pengembangan Profesi Guru yang bertempat di Aula SMA Lantai II (Area P5), diklat ini diikuti oleh tenaga Pendidik tingkat dasar dan menengah Ponpes Zainul Hasan Genggong. (Kamis,18,01,2018).



Bapak Aziz menguraikan bahwa Pengembangan profesi guru secara makro dapat dimaknai sebagai proses peningkatan kompetensi, kualitas dan kemampuan sumberdaya guru dan tenaga  kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan bangsa. Mengapa dikatakan demikian, karena semua pembangunan pada suatu Negara itu pasti dimulai dari pendidikan. Proses pengembangan tersebut mencakup perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumberdaya guru dan tenaga kependidikan. Adapun pengembangan profesi guru secara mikro dapat diartikan sebagai proses perencanaan dari pendidikan dan pelatihan, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan untuk mencapai suatu hasil yang optimum, sehingga untuk mengembangkan kompetensi sebagai pengembangan dari profesi guru diantarnya melalui pendidikan dan pelatihan.Pengembangan SDM guru dan tenaga kependidikan juga bertujuan memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap individu sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan di lembaga.

Di samping itu, juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, akan jaminan keamanan, sosial, pengakuan dan penghargaan, kesempatan mengembangkan diri.”ujarnya.”Setidaknya terdapat beberapa manfaat pelatihan yang dapat dipetik, yaitu:

  1. peningkatan produktivitas kerja sekolah sebagai keseluruhan.
  2. terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan.
  3. terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
  4. meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi
  5. mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipati.

“Tambah beliau saat ditemui disela-sela kesibukannya sebagai Rektor di Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong (INZAH).” Ustad Taufiq selaku panitia Penyelenggara Workshop menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini guna memberikan pemahaman, sekaligus meningkatkan kualitas pendidik terkait dengan segala hal yang menyertainya.”Ungkapnya.”



Salah satu peserta diklat dari utusan lembaga MA Model Ustad Hubbul Wathon mengutarakan bahwa program biro pendidikan ini memang sangatlah tepat, sebab guru memang harus dibekali pemahaman dan kompetensi untuk menjalankan profesinya, Kegiatan ini juga merupakan lanjutan dan pemantapan, yang sangat bermanfaat dalam menyiapkan lembaga dan guru untuk menghadapi tahun ajaran baru dengan implementasi kurikulum yang ada, dengan demikian semua guru diharapkan mampu menciptakan proses kegiatan belajar dan mengajar yang berkualitas, “kata Totok, panggilan akrabnya.” Hal senada juga di sampaikan oleh ustad Muhajir, salah satu guru tugas dari Pp. Lirboyo yang juga menjadi utusan dari MA Model untuk mengikuti diklat ini. “Saya merasa senang bisa mengikuti workshop ini dan berharap bisa menerapkan secara aplikatif, workshop ini banyak memunculkan inovasi dalam perencanaan dan pembelajaran, sehingga penilaian di madrasah masing-masing akan mengalami perbaikan seperti yang diharapkan. Semoga Yayasan Zainul Hasan Genggong meraih mutu, kemajuan, dan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.

(Rofiq MA MODEL)

 

 

%d blogger menyukai ini: