• Beranda
  • Mewujudkan Santri Prestasi & Teladan Di Era Teknologi

Mewujudkan Santri Prestasi & Teladan Di Era Teknologi


Genggong “Mewujudkan Santri Prestasi & Teladan Di Era Teknologi” itulah tema PKT (Pendidikan Kader Tanaszaha) yang bertempat di GOR Damanhuri Romly Pesantren Zainul Hasan Genggong beberapa hari yang lalu.(Minggu,14-1-2018)

Dr. Abdul Aziz, M.Ag mengatakan, tujuan digelarnya PKT ini untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada santri yang aktif. Diantaranya tentang adanya penguatan aqidah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, memahami identitas sebagai santri, mempertebal rasa kekeluargaan dan mempererat ukhuwah antar santri dan alumni, serta menambah kecintaan kepada para pendiri dan pengasuh saat ini. ”Tentunya dengan PKT ini, saya yakin santri akan menjadi santri yang prestasi dan teladan serta berakhlak sesuai cita-cita pendiri pesantren.” ujar beliau selaku Ketua Umum DPP Tanaszaha ini saat .

Lulusan pesantren adalah lulusan yang berkualitas, baik dalam segi keilmuan maupun akhlaknya. Kehadirannya di tengah masyarakat harus bisa menjadi pembeda sekaligus pelopor ke arah yang lebih baik.(khoiru ummah) “Perkembangan teknologi adalah tantangan umat Islam. Sebagai santri yang telah dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan, jadilah saudagar-saudagar Islam yang dermawan yang mampu berdiri tegak dan kokoh di tengah masyarakat yang murah dalam memberi kebaikan,” katanya.

Lebih lanjut Aziz mengajak kepada segenap alumni Pesantren Zaha dan segenap para siswa untuk menjadi garda terdepan di tengah masyarakat modern yang selalu sibuk dengan aktifitas dunia.

“Santri harus mampu menjadi pelopor khoiru ummah serta mensyiarkan kebaikan di tengah zaman yang sibuk seperti ini, khususnya para santri yang sedang pulang di tengah-tengah masyarakat. Ingatkan kepada masyarakat muslim bahwa sesibuk apapun kita hendaklah senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Aziz sangat mengapresiasi kiprah para alumni santri pesantren yang telah lulus dan tetap mengabdi kepada pesantren, khususnya yang tergabung dalam organisasi Tanaszaha (Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan)“Tanaszaha harus tetap bergerak secara sosial kemasyarakatan, Insya Allah kami selaku masyarakat akan ikut bangga bertetangga dan berinteraksi dengan para alumni Santri Zainul Hasan Genggong,” ungkapnya.

“Melalui PKT ini, kata Qoidul Muttaqin siswa MA Model kelas XII IPA B diharapkan mampu menjadi kader Tanaszaha pesantren Zainul Hasan Genggong yang bisa mengasah intelektual, pelopor khoiru umma, mengharumkan pesantren dan lembaga.”ujarnya.”

Bisa juga merasa Bangga karena sebanyak 20 siswa dari MA Model yang terpilih sebagai delegasi otomatis menjadi angkatan pertama Kader Tanaszaha Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diikuti oleh 120 santri putra. peserta terdiri dari delegasi santri tingkat SLTA di bawah naungan pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, diantaranya MA Model Zainul Hasan, MA Zainul Hasan, SMK Zainul Hasan, SMA Unggulan Haf-Sa, SMA Zainul Hasan dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Zainul Hasan.

Sementara itu, M. Irsyad berharap ada generasi siswa MA Model yang menjadi penerus Kader Tanaszaha yang bisa menjadi santri yang berprestasi dan teladan serta berakhlak sesuai cita-cita pendiri pesantren. Mengingat, dirinya sudah kelas XII yang sebentar lagi akan lulus sekolah.”Pungkasnya”.

Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag : “Santri Harus jadi Pelopor Khoiru Ummah.

 

(Rofiq MA Model)

 

%d blogger menyukai ini: